Tuesday, April 24, 2012

Renungan Hati (Kisah si buta)


Renungan Hati (Kisah si buta)

Seorang lelaki buta duduk pada anak tangga di sebuah gedung. Tangannya mengacungkan sebuah tanda yang bertuliskan "SAYA BUTA, TOLONG BANTU," sementara dekat kakinya diletakan sebuah topi, dimana didalam topi tadi hanya terdapat beberapa koin dari orang-orang yang merasa iba padanya.



Kemudian ada seorang pria melintas dekat lelaki buta tadi. Lalu ia mengambil beberapa koin dari sakunya dan memasukannya ke dalam topi. Kemudian dia mengambil tanda yang diacungkan lelaki buta tadi, membaliknya, dan menulis beberapa kata. Setelah itu dia menempatkan kembali tanda tadi dengan tulisan baru yang teah dibuatnya. Segera setelah itu topi mulai banyak terisi, karena lebih banyak lagi orang yang memberikan uang kepada lelaki buta tadi.





Pada sore harinya, pria yang telah mengubah tanda tadi datang untuk melihat bagaimana yang terjadi pada lelaki buta tadi. Lelaki buta itu mengenali langkah kaki si pria, lalu iapun bertanya, "Apakah anda orang yang tadi pagi mengubah tulisan pada tanda yang saya buat? Apa yang Anda tulis?"



Pria itu menjawab, "Saya hanya menulis sebuah kebenaran tentang apa yang kamu sampaikan tetapi dengan cara yang berbeda.."



Apa yang telah ditulis pria tadi ? "HARI INI ADALAH HARI YANG INDAH DAN AKU TIDAK BISA MELIHATNYA."



Bukankah kedua tulisan tadi menyatakan satu hal yang sama ? Hanya saja, apa yang lelaki itu tulis hanya menyatakan bahwa dia buta. Sementara apa yang dituliskan sang pria mengatakan, bahwa betapa beruntungnya mereka yang tidak buta sehingga bisa melihat dan memandangi indahnya dunia ini. Rasa beruntung itulah yang mendorong orang-orang mau memberikan uangnya kepada lelaki buta tadi.



Bagaimanakah dengan kita ? Sudahkah kita merasa beruntung dan bersyukur atas penglihatan yang kita miliki ini dengan memanfaatkannya untuk menjalankan perintah-perintah-Nya?

Artikel Terkait:

No comments:

Followers